Malam ini Waro' Kaprawiran subsimpul Ponorogo & Magetan dengan teme Spiritual Journey SEDULURiAN bertempat di Pondok Pesantren Subulun Najah, Dsn. Ngasinan, Ds. Kedungpanji, Kec. Lembeyan, Kab. Magetan. Supaya acara malam ini lebih barokah, acar dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Subulun Najah Magetan, Setelah pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Sholawatan bersama-sama dengan iringan Grup Banjari Santri Subulun Najah.

Tema Spiritual Journey SEDULURiAN berangkat dari Mas Ian, warga Inggris yang beberapa hari ini Mondok di Subulun Najah Magetan, Mas Koko menyampaikan, dari Mas Ian ini kita jadi banyak belajar lagi tentang keyakinan kita, karena Mas Ian ini seperti bayi yang menanyakan semua hal yang diperintahkan. Mas Koko menceritakan selama di Pondok, ibaratnya Mas Ian adalah tanah yang sudah ditanami Jeruk, akan ditanami Padi. Caranya tidak langsung diganti tanamannya dengan Padi, tapi menceritakan Padi itu bisa diolah jadi apa saja, Dengan mengetahui hasil olahan padi itu, lama-lama Mas Ian yang diibaratkan tanah yang sudah ditanami jeruk akan mau atau malah minta ditanami pad, Pak Kyai Pondok Subulun Najah menambahi, tidak ada paksaan dalam hijrahnya Mas Ian ini, karena Hidayah itu hanya Allah yang bisa memberikan, yang dilakukan Pondok hanya menyampaikan kebaikan, kebenaran dan keindahan Islam kepada Mas Ian.

Sebelum acara berbagi pengalam spiritual atau spiritual journel, Gamelan Kiai Iket Udheng membawakan salah satu nomornya yang berjudul lima untuk menghangatkan suasana yang sedang gerimis dan baru saja turun hujan. Mas Adi bercerita awal perkenalannya dengan Mas Ian, kemudian bercerita ketakjubannya kepada Mas Ian yang menulis surat Al-Fatihah dengan huruf latin bahasa indonesia, yang tulisan itu akan berbeda saat diucapkan. Pelajaran yang dapat diambil bahwa perbedaan penulisan dan pengucapan itu jangan menjadikan perselisihan, semua terserah Allah benar dan salahnya penulisan itu.

Sesi tanya jawab, Mas Mahmud dari Sarangan bertanya kepada Mas Ian, apa motivasi datang ke indonesia? Mas Ian menjawab, datang ke indonesia karena di Indonesia banyak pulau dan ragam budayanya dan keramahan masyarakat indonesia. Selanjutnya Gus Hilmi dan Istrinya menyumbangkan kebolehannya dalam bermain Gitar dan menyanyi, dipersembahkan untuk saudara Ian yang berjudul yang terdalam, sebagai gambaran dalam belajar, belajar terus sampai yang terdalam, walau satu ayat.

Sebelum acara ditutup, Gus Hilmi memimpin do'a semoga semuanya terus istiqomah, khususnya Mas Ian, dalam mendalami Islam. Acara kemudian ditutup dengan salam-salaman sambil sholawatan, besok Mas Ian kembali ke Inggris, semoga sedulur Ian ini mampu memegang teguh keyakinannya. Amin