Malan ini tanggal 30 Desember 2017, berlangsung Maiyah secara bersamaan di 8 Tempat atau Kota. Surabaya, Magelang, Lamongan, Pemalang, Salatiga, Magetan, Blitar dan Ciamis. Angka 8 adalah angka yang tidak ada putusnya dan nyambung terus, angka 8 bisa juga sebagai do'a semoga paseduluran dalam Maiyah nyambung terus, hatinya nyambung terus kepada Allah dan Rosulullah. Amin

Sebelum acara Waro' Kaprawiran malam ini dimulai. Mas Adi mengajak seluruh jamaah untuk Sholat Ghoib dan berdo'a untuk Alm Bpk Ridho salah satu penggiat Waro' Kaprawiran yang minggu lalu berpulang. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Amin

Setelah Sholat Ghoib dan Do'a untuk Alm Pak Ridho yang dipimpin oleh Pak Anang, acara dibuka dengan Nderes Al-Qur'an Surat Al-A'la oleh Ustad Arif dilanjutkan dengan Sholawatan bersama-sama Jamaah untuk menghadirkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW semoga acara malam ini mendapat ridho dan banyak berkah. Amin

Mas Adi memulai jagongan dengan bercerita tentang asal-usul pemilihan tema "Golek Panggonan Sejati" malam ini, Judul ini terinspirasi dari dialog di Grup WA simpul JM Magetan yang kebetulan bulan ini ketempatan sebagai tuan rumah rutinan Waro’ Kaprawiran. Saat itu dulur - dulur tarik ulur soal tempat ngumpul bareng tersebut. Bukan apa-apa kita semua diskusi soal tempat, sebab ia harus dipertimbangkan dari segala sisinya. Kemudahan akses transportasi  bagi dulur - dulur yang jauh, kenyamanan selama acara berlangsung, parkir  dan sebagainya.

Gamelan Kiai Iket Udheng membawakan Rampak Osing "arep golek opo.. arep golek opo kok uber-uberan, arep ngoyak opo.. arep ngoyak opo kok jegal-jegalan.. kabeh do mendem.. kabeh do mendem ra mari-mari.. bondo kuoso ra digowo mati" untuk lebih menyemangati jagongan malam ini.

 

Alhamdulillah Waro' Kaprawiran malam ini dihadiri oleh Mas Yogi dari Maiyah Relegi Malang dan Mas Heri dari Kenduri Cinta. Setelah Gamelan Kiai Iket Udheng membawakan Rampak Osing kemudian Mas Yogi dipersilahkan untuk mengelaborasi tema "Golek Panggonan Sejati" malam ini. Beliau bercerita tentang pengelaman hidupnya yang berpindah-pindah. Golek Panggonan Sejati itu memang sulit, untuk bisa mudah kuncinya adalah sungguh-sungguh dan Istiqomah. Kemudian Mas Yogi menjelaskan Maqolah "Man arofa nafsahu, faqot arofa robbahu" Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya. jadi di dalam diri kita itu bisa juga sebagai tempat sejati. Selanjutnya Mas Heri dari Kenduri Cinta yang malam ini datang jauh-jauh dari Jakarta ikut mengelaborasi tema malam ini.

Selanjutnya Gamelan Kiai Iket Udheng membawakan Tombo Ati.. semoga hati kita baik.. karena karena kalau hati kita baik InsyaAllah kita akan mudah menemukan yang sejati. Allah itu cahaya.. karena cahaya akan masuk kepada hati yang bercaya juga.. begitu juga ilmu akan mudah kita pahami atau masuk kedalam diri kita jika hati kita tidak kotor. berikutnya Gamelan Kiai Iket Udheng mengajak Jamaah melantunkan Hasbunallah.. untuk lebih meneguhkan hati.. Cukup Allah dan hanya Allah panggonan sejati untuk memohon pertolongan dan ampunan

Pukul 00.00 WIB lebih.. Jamaah masih gayeng jagongan mendiskusikan tema Golek Panggonan Sejati malam ini.. Menurut pendat Mas Koko pribadi.. beliau menganggap panggonan sejatinya ya yang sekarang ini.. lakukan itu dengan sungguh-sungguh dan istiqomah. Mas Yogi memberikan 2 point penting sebelum acara ditutup, 1. Jangan menempati maqomnya Allah dan Rosulullah 2. Harus rela melepaskan untuk bisa mendapatkan dalam Golek Panggonan Sejati.

Sebelum acara ditutup seluruh Jamaah melantunkan Sohibu Baiti bersama-sama.. menguhkan dan meyakinkan hati bahwa Allah tuan rumah kita, ada di dalam diri kita dan itulah panggonan yang sejati.. neng dunyo piro suwene..

Pukul 01.00 WIB Acara ditutup dengan Do'a yang dipimpin oleh Pak Anang dilanjutkan salam-salaman sambil sholawatan.. semoga banyak manfaat dan barokah dari acara malam ini.. sampai berjumpa di Waro' Kaprawiran bulan berikutnya.(GAB)