Majelis Masyarakat Maiyah Malam ini dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selanjutnya sholawatan untuk menghadirkan kanjeng Nabi Muhammad SAW sehingga acara malam ini menjadi lebih berkah. Amin.

Alhamdulillah Waro' Kaprawiran edisi bulan ini dihadiri dulur-dulur maiyah dari alas donoloyo purwantoro dan sekitarnya, Acara malam ini bertepatan dengan ulang tahun Komunitas Maiyah Ponorogo, Gamelan Kiai Iket Udheng, Mahibba (Maiyah Ahibba) dan Malik (Maiyah Cilik), Mas Koko meminta do'a kepada seluruh jamaah yang hadir, semoga dapat terus berkarya, istiqomah. Amin

Mas Koko kemudian bercerita tentang sejarah Komunitas Maiyah Ponorogo yang pertama kali berkumpul bertempat di Masjid Tegalsari, dilanjutkan bercerita awal Gamelan Kiai Iket Udheng, Mahibba (Maiyah Ahibba) dan Malik (Maiyah Cilik). semoga selalu dijaga manfaatnya, istiqomahnya dan semakin kuat pasedulurannya. Amin

Alhamdulillah malam ini Cak Majid dari Malang yang juga mempunyai Grup Musik seperti Gamelan Kiai Kanjeng bisa rawuh dan membagikan ilmunya, beliau berbagi pengalaman dengan musik Gamelan khususnya Gamelan yang seprti Kiai Kanjeng, beliau mengagumi kedahsyatan Gamelan, karena yang disentuh oleh Gamelan bukan hanya telinga, tapi roso lebih tinggi dari rasa. orang memainkan Gamelan mustahil tidak menggunakan rasanya, makanya nenek moyang kita dulu rosonya bagus-bagus, kalem, lembut dan terjaga iramanya seperti alunan musik Gamelan.

Cak Majid bercerita tentang pengalaman suka-duka dalam Grup Gamelannya yang sama dengan Gamelan Kiai Kanjeng, beliau sangat mengagumi Gamelan Kiai Kanjeng yang bisa masuk dalam semua aliran musik, Beliau bercerita juga, dahulu di malang pernah ada konflik antar warga dan semua tidak bisa masuk untuk mencoba meredakannya, hanya Gamelan seperti Kiai Kanjeng itulah yang bisa masuk dan meredam konflik tersebut, karena seperti halnya aliran musik, Gamelan Kiai Kanjeng bisa masuk ke dalam semua aliran musik atau golongan.

Jeda jagongan dan untuk menambah semangat dan keberkahan acara, Gamelan Kiai Iket Udheng membawakan Sholawat Nariyah bersama-sama Jama'ah dengan merdunya. Alhamdulillah Pak Didik salah satu pengurus Ponpes As-sakinah, beliau merasa senang Ponpesnya ditempati acara rutinan Waro' Kaprawiran pada bulan ini, beliau sekaligus memberikan izin, bila suatu waktu rutinan Waro' Kaprawiran menempati Ponpes As-sakinah lagi.

Masuk sesi tanya jawab, Salah satu Jama'ah yang datang jauh-jauh dari Slogohimo Wonogiri ikut berbagi ilmu dan pengalaman seputar Gamelan, beliau sangat senang ikut maiyah dan khususnya Waro' Kaprawiran, bahkan bersama-sama temannya beliau meminta izin untuk wilayah purwantoro, simpul maiyahnya mengikuti Waro' Kaprawiran.

Jamaah kedua yang juga salah satu Jamaah dari Purwantoro ikut menambahi, beliau dan teman-temannya sering dan senang ikut maiyahan, karena di purwantoro belum ada simpulnya, maka beliau dan teman-temannya ingin bergabung dengan simpul Waro' Kaprawiran.

Mas Koko menanggapi Jamaah-jamaah dari Purwantoro, beliau menjawab Boleh sekali, Maiyah atau khususnya Waro' Kaprawiran itu milik semua orang, bahkan untuk edisi berikutnya bisa dijadwalkan rutinan Waro' Kaprawiran di Purwantoro.

Menambah Khuyu' nya acara malam ini, Gamelan Kiai Iket Udheng feat Cak Majid membawakan Lagu Kuncine Lawang Suargo "Kuncine Lawang Suargo, Lailaha Il allah, Ora ono lafadz liyo, Lailaha Il allah"

Tepat Pukul 12.00 WIB Acara Waro' Kaprawiran edisi bulan November 2017 akan dipuncaki, Sebelum Waro' Kaprawiran malam ini ditutup, Pak Didik selaku perwakilan tuan rumah dipersilahkan untuk memimpin do'a. Acara dipuncaki dengan melantunkan Sohibu Baiti bersama-sama untuk lebih memantabkan hati bahwa Allah tuan rumahku

Acara kemudian ditutup dengan bersalam-salaman dan sholawatan, sampai bertemu di Waro' Kaprawiran edisi bulan depan.(GAB)