Acara dibuka Mas Najih selaku moderator dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah bersama mensyukuri milad 3 WK, Untuk menambah keberkahan malam ini dibuat tumpeng kesyukuran milad 3 th WK. Tumpeng yang tersaji adalah shodaqoh penjual-penjual di sekitar sub terminal tambak bayan ponorogo. matur suwun tumpengnya semoga pedagang-pedagang tersebut dijaga rezekinya, kesehatannya oleh Allah SWT. Amin. Indahnya di Negeri Maiyah, bukan saudara sedarah tapi senang menjalin persaudaraan, InsyaAllah memberkahi persaudaraan tersebut. Amin. Tumpeng-tumpeng sudah di depan kemudia Do'a dipimpin Pak Muis sebagai wakil dari pedagang-pedagang subterminal tambakbayan ponorogo. Sebelum memasuki pembahasan tema malam ini, Gamelan KIU bersama seluruh Jamaah yang hadir membawakan Sholawat Nariyah, Semoga dengan Sholawat Nariyah yang dibawakan bersama-sama tadi menambah keberkahan acara milad WK malam ini. Amin.


Baca selengkapnya


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi tempat acara belum terlihat siap, terpal belum digelar, background belum terpampang, alat musik Gamelan Kiai Iket Udheng (KIU) dan sound system belum terpasang. Para penggiat sebenarnya sudah berada di lokasi acara sejak habis Maghrib, tapi karena mobil pick up yang membawa Alat Musik Gamelan Kiai Iket Udheng, sound system dan peralatan lain habis maghrib masih digunakan untuk mengangkut gabah hasil paneh oleh pemiliknya, maka datangnya menjadi telat. Semua itu sama sekali tidak menjadi masalah karena acaranya Alhamdulillah masih bisa berlangsung. Dalam Maiyah itu semua menjadi cair, begitu juga dalam penyelenggaraan sinau bareng dalam setiap simpulnya, mungin ini jadi salah satu ciri khas Waro’ Kaprawiran sub simpul Ponorogo.

Sambil menunggu Pick up datang para penggiat ngopi-ngopi dulu di Gins Coffee karena lokasi acaranya nanti tepat berada di halaman café tersebut, , terima kasih Gins Coffee untuk kopi dan gorengan yang disuguhkan untuk Jamaah, semoga berkah. Amin. Oh iya, Terima Kasih juga untuk warung Bu Nur yang berada di sebelah Gins Coffee, yang telah menshodaqohkan listriknya untuk kelancaran acara, semoga barokah juga. Amin. Begitulah indahnya kebersamaan, belum berlangsung acara saja, sudah terasa guyub rukunnya di Negeri Maiyah.


Baca selengkapnya


Lagu ‘Gundul-gundul Pacul gubahan Kiai Kanjeng yang dibawakan Gamelan Kiai Iket Udheng memberi hentak nge-beat semi jazz mengalun rancak menarik-narik mengajak jamaah gregah untuk segera melingkar bersama kibasan-kibasan semangat angin di lokasi lapangan yang bertetangga hamparan sawah tersebut. Personil gamelan Kiai Iket Udheng Ponorogo seolah mendorong keinginan  jamaah yang berjarak untuk semakin mendekat kedepan dengan irama ketukan-ketukan saron demungnya, dengan gebugkan drumnya, dengan gitar dan bassnya yang melingkupi suara, dengan lengkingan biola, sayub suling menyapa dan tipung bersama-sama menyambut jama’ah yang kedinginan malam itu. Setelah jamaah merapat maka voltase hentakan diturunkan menjadi senandung lucu ceria Kun Anta yang dibawakan menjadi regae oleh personel KIU. Jamaah menghangat gayeng dan nyaman duduk bersama. Maka mas Najih sang MC merangkap moderator bersegera memulai acara WK Asghor Ponorogo Perdana malam itu tepat pukul 21.00 WIB.


Baca selengkapnya


“ Pertemuan”

Gerimis malu-malu menyambut Wk April’18 malam itu. Group Musik Kiai Iket Udheng dari Ponorogo semenjak ba’dha Ashar telah hadir bersama panggung yang setengah jadi tertata. Dua orang penggiat yang sumeh dan masih bercelana pendek, senyum-senyum bangga sembari membawa kopi seteko di tangan mereka menyambut kehadiran KIU. Kopi olahan para jejaka dari café dadakan. Aih sedapnya dilidah para anggota group Kiu yang lelah perjalanan dengan mobil pickup dan motor ke lokasi yang lumayan njlimet disenja itu. Awan menggelap. Maghrib segera menjelang. Mas Koko dan tim Ziarah bergegas menuju makam Rancang Kencana atau bisa disebut Dewi Rohmani, konon ia adalah wanita paling cantik di Desa Metesih tersebut, pada saat itu. Pas, pas Hari Kartini, dan yang kita ziarah-i pas wanita. Pas banget. Salam dan doa terpanjat, berharap restu dari nenek moyang agar pemuda pemudi tatag kuat merenda hari-hari kedepan yang nampak semakin rumit. 


Baca selengkapnya


Malam ini Waro' Kaprawiran subsimpul Ponorogo & Magetan dengan teme Spiritual Journey SEDULURiAN bertempat di Pondok Pesantren Subulun Najah, Dsn. Ngasinan, Ds. Kedungpanji, Kec. Lembeyan, Kab. Magetan. Supaya acara malam ini lebih barokah, acar dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Subulun Najah Magetan, Setelah pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Sholawatan bersama-sama dengan iringan Grup Banjari Santri Subulun Najah.

Tema Spiritual Journey SEDULURiAN berangkat dari Mas Ian, warga Inggris yang beberapa hari ini Mondok di Subulun Najah Magetan, Mas Koko menyampaikan, dari Mas Ian ini kita jadi banyak belajar lagi tentang keyakinan kita, karena Mas Ian ini seperti bayi yang menanyakan semua hal yang diperintahkan. Mas Koko menceritakan selama di Pondok, ibaratnya Mas Ian adalah tanah yang sudah ditanami Jeruk, akan ditanami Padi. Caranya tidak langsung diganti tanamannya dengan Padi, tapi menceritakan Padi itu bisa diolah jadi apa saja, Dengan mengetahui hasil olahan padi itu, lama-lama Mas Ian yang diibaratkan tanah yang sudah ditanami jeruk akan mau atau malah minta ditanami pad, Pak Kyai Pondok Subulun Najah menambahi, tidak ada paksaan dalam hijrahnya Mas Ian ini, karena Hidayah itu hanya Allah yang bisa memberikan, yang dilakukan Pondok hanya menyampaikan kebaikan, kebenaran dan keindahan Islam kepada Mas Ian.


Baca selengkapnya


Acara Waro' Kaprawiran malam ini dibuka oleh Gamelan Kiai Iket Udheng (KIU) dengan membawakan Tombo Ati. Setelah Tombo Ati selanjutnya seluruh Jamaah yang hadir melantunkan Wirid Ya Allah Ridho, semoga Allah Ridho kepada kita dan kita Ridho kepada semua dari Allah. Alhamdulillah WK malam ini dirawuhi Pak Lurah Mangunharjo, Kemudian Pak Lurah dipersilahkan untuk memberikan wejangan kepada seluruh yang hadir. Pak Lurah Mangunharjo menyampaikan rasa senang dan gembira Balai Desa Mangunharjo pada bulan ini ditempati rutinan Waro' Kaprawiran. Selanjutnya Pak Lurah mengajak KIU menyanyikan tembang Ilir-ilir yang penuh dengan makna bersama semua Jamaah yang hadir. Setelah Pak lurah, Mas tyok membacakan Mukadimah Laku Mutih, kemudian Mas Koko merespon tema malam ini dengan banyak pertanyaan tentang putih, kenapa poso mutih, mukena putih, anoman putih dan sebagainya. Mas Adung merespon pertanyaan-pertanyaan Mas Koko tentang yang putih dengan memberi contoh bahwa percobaan Sinar berwarna yang dipantulkan akan menjadi putih


Baca selengkapnya


Malan ini tanggal 30 Desember 2017, berlangsung Maiyah secara bersamaan di 8 Tempat atau Kota. Surabaya, Magelang, Lamongan, Pemalang, Salatiga, Magetan, Blitar dan Ciamis. Angka 8 adalah angka yang tidak ada putusnya dan nyambung terus, angka 8 bisa juga sebagai do'a semoga paseduluran dalam Maiyah nyambung terus, hatinya nyambung terus kepada Allah dan Rosulullah. Amin

Sebelum acara Waro' Kaprawiran malam ini dimulai. Mas Adi mengajak seluruh jamaah untuk Sholat Ghoib dan berdo'a untuk Alm Bpk Ridho salah satu penggiat Waro' Kaprawiran yang minggu lalu berpulang. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Amin


Baca selengkapnya


Majelis Masyarakat Maiyah Malam ini dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selanjutnya sholawatan untuk menghadirkan kanjeng Nabi Muhammad SAW sehingga acara malam ini menjadi lebih berkah. Amin.

Alhamdulillah Waro' Kaprawiran edisi bulan ini dihadiri dulur-dulur maiyah dari alas donoloyo purwantoro dan sekitarnya, Acara malam ini bertepatan dengan ulang tahun Komunitas Maiyah Ponorogo, Gamelan Kiai Iket Udheng, Mahibba (Maiyah Ahibba) dan Malik (Maiyah Cilik), Mas Koko meminta do'a kepada seluruh jamaah yang hadir, semoga dapat terus berkarya, istiqomah. Amin

Mas Koko kemudian bercerita tentang sejarah Komunitas Maiyah Ponorogo yang pertama kali berkumpul bertempat di Masjid Tegalsari, dilanjutkan bercerita awal Gamelan Kiai Iket Udheng, Mahibba (Maiyah Ahibba) dan Malik (Maiyah Cilik). semoga selalu dijaga manfaatnya, istiqomahnya dan semakin kuat pasedulurannya. Amin


Baca selengkapnya

Page 1 of 3