"Rasulullah SAW tidak bisa mengatasi tantangan di Mekkah, Maka beliau berhijrah di ke Madinah, Kita tidak mampu mengatasi masalah di negeri ini, maka kita berhijarah ke Maiyah." Daur 18 - Hijrah Maiyah

 

Jika melihat situasi yang sekarang ini, semakin ruwet saja masalah yang terjadi disekitar kita dan disegala bidang di Negara ini, apalagi melihat berita baik di televisi, media cetak atau online, internet dan terutama di media social. Sudah diketahui bersama, diera informasi sekarang ini derasnya arus informasi hampir tidak bisa dibendung lagi. Semua orang bebas berpendapat dan beropini, semua bisa menjadi wasit, hakim, sampai malaikat atau bahkan Tuhan. Saling memposting kebenaran masing-masing demi mencari siapa yang benar, sedangkan pada hakikatnya yang perlu dicari adalah apa yang benar.

 

Sebagai masyarakat yang memahami cinta sebagai kata kerja (bukan kata sifat) akan terus berusaha menghadapi keruwetan itu bukan malah lari darinya. Caranya dengan kita Rumat(menjaga), Rawat(merawat) sampai me-Ruwat(mengurai) semampu kita. Pada prinsipnya gampang, kalau tidak bisa mengurai keruwetan itu, kita tidak akan menambahi keruwetan itu. Kesannya memang kita menarik diri(mundur) tapi sebenarnya kita sedang menempa diri, menguatkan diri jika sewaktu-waktu dibutuhkan kita mampu menyelesaikannya dengan baik, dimulai dari lingkungan terdekat kita sendiri. Seperti dongkrat mobil, yang selalu setia di bagasi, hanya digunakan jika ban mobil bocor, tapi dongkrak mobil itu selalu siap jika sewaktu-waktu digunakan.

 

 

Kalau kita analogikan sebagai bangunan rumah, yang terjadi sekarang ini hampir semua menjarah dan membawa lari satu persatu komponen bangunan itu. Sedangkan kita terus berusaha merumat dan merawat rumah yang hampir roboh itu atas dasar cinta, minimal kita tidak ikut menjarah bangunan tersebut, bahkan kita rela menjadi pasak atau paku yang membuat bangunan tersebut tetap kokoh bersatu. Mari kita bertemu, jagongan, ngopi bareng, bergembira berbagi keruwetan-keruwetan yang terjadi disekitar kita dalam suasana penuh cinta.    

Redaksi
Author: Redaksi
Redaktur penulisan website resmi majelis masyarakat maiyah Waro' Kaprawiran