Bulan lalu, Maiyah Relegi mengarungi peradaban masa dengan perahu bahasa, mencoba mengambil banyak hikmah dari warisan masa lalu. Warisan yang tergambar jelas dari kekayaan bahasa peradaban Nusantara. Pada pertemuan mendatang, Maiyah Rebo Legi akan kembali mengangkat tema yang berkenaan dengan fenomena kekinian. Fenomena tata negara dan peristiwa unik di masyarakat.

Di tengah dunia politik yang kian diumbar memanas, rasanya Indonesia semakin dekat menemukan diri sebagai "Negara Tanpa Algoritma". Tak kunjung tahu akar masalah, apalagi jalan keluar. 'Algoritma' adalah istilah yang sangat bertalian dengan sistem. Bersandar pada hukum-hukum logika dan terikat pada alur berpikir yang fokus pada solusi. Tema ini sengaja diajukan dalam rangka mempersiapkan wawasan generasi muda untuk menjaga optimisme agar tetap raja' dalam memotret aktivitas penyelenggaraan negara. Selain itu juga untuk memperkaya sudut pandang agar generasi muda tak lagi jijik dengan politik. Namun tidak pula membabi buta fanatik. Dan yang paling utama adalah mempersiapkan anak muda untuk mampu menjawab tantangan zaman.

Selaras dengan bahasan Cak Nun perihal "Indonesia adalah Bagian dari Desa Saya". Gambaran lebih dari dua dasawarsa lalu namun masih sangat relevan dengan peristiwa kontemporer. Desa adalah bagian penting dari bangunan negara. Lalu, dimanakah posisi Indonesia bagian dari desa saya dewasa ini? Jika pemegang kekuasaan terlihat lebih memanjakan kota dibanding desa. Ruang publik menyempit dan mall bertebaran. Semakin jarang terlihat kebijaksanaan desa yang penuh guyub rukun paseduluran dan memproduksi manusia kapitalis, selfish. Apa sebenarnya pola yang tengah disiapkan kabinet kerja? Atau malah negara ini tak berpola? Berganti pemimpin berganti pula metode cara kerja.

Menjawab tantangan jaman tetap menjadi grand design perjalanan ke depan. Kepo? Kepingin tahu aja atau kepengin tahu banget? Monggo pinarak melingkar dalam majelis Sinau Bareng Maiyah Rebo Legi yang akan digelar pada Selasa, 5 April 2016 pukul 20.30 WIB di Beranda Masjid An Nur Kampus Polinema. Jl. Soekarno Hatta no 9, Kota Malang. Turut menghadirkan kebijaksanaan Sirah Nabawiyah bersama Cak Fuad serta kehangatan kebersamaan bareng  Jamaah Maiyah Malang.