(Untuk Anak Cucu Maiyahku, 6)

Alamilah sendiri betapa Maiyah mencintai Indonesia, meskipun ia tak berguna di Negerimu. Satu bangsa bisa menjajah bangsa lain karena nasionalisme bangsa penjajah itu tidak diletakkan dalam spektrum universalisme kemanusiaan. Maiyah tidak begitu, tetapi bangsa yang dijajah itu kemudian malah menyetujui spektrum itu, bahkan mengikuti jejak penjajahnya yang nasionalismenya bermakna primordialisme dan egosentrisme suatu rumpun manusia yang secara “brutal” disebut bangsa.

Maka Maiyah tidak bermanfaat di Negerimu. Dan pada hakikatnya yang terjadi antara bangsa yang menjajah dengan yang dijajah bukanlah penjajahan, melainkan hubungan transaksional antara yang melacur dengan pelacurnya. Maiyah tak sanggup menjadi dholimunmadhlumin maupun fasidin.


Baca selengkapnya


(Untuk Anak Cucu Maiyahku, 1)

Emha Ainun Nadjib  •  5 Nov 2017

Meskipun Maiyah adalah mataair yang dicurahkan dari langit ke suatu titik di tanah Indonesia, tetapi ia diperuntukkan hanya bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Mungkin itu yang disebut gelombang amr dan irodah Maha Ruh sumber mataair itu, pada garis syafaat kekasih-Nya Muhammad saw.

Mataair itu dipancarkan untuk Al-Muhtadin, hamba-hamba yang dihidayahi oleh Allah. Mereka kemudian berhimpun menjadi Al-Mutahabbina Fillah, hamba-hamba yang saling mencintai semata-mata karena Allah. Bersaudara tidak karena hubungan darah, kesamaan golongan, madzhab, atau karena motivasi kekuasaan dan transaksi keduniaan.


Baca selengkapnya

Page 2 of 2