64 Tahun Maulana Muhammad Ainun Nadjib #64TahunCakNun

Hari ini, tepat 64 tahun yang lalu Muhammad Ainun Nadjib dilahirkan, yang kemudian lebih banyak dikenal dengan sebutan Emha, Emha Ainun Nadjib. Beliau dikenal sebagai seniman, budayawan, penulis esai, opini, puisi, teater, lagu dan sebagainya. Langsung saja pada intinya, sebagai kado untuk beliau yang hari ini ulang tahun, saya langsung teringat Album Kado Muhammad (Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng) tahun 1999. Saya yakin Album itu diberi nama Kado Muhammad karena beliau (Emha Ainun Nadjib) penggemar atau fans berat Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W. Sebagai Setoran, Persembahan, Kado atau Hadiah beliau kepada junjungannya, satu-satunya manusia yang bisa diandalkan dihadapan Allah yaitu Nabi Muhammad S.A.W, yang oleh Allah diberi Hak Prerogatif yaitu hak istimewa memberi syafaat kepada umatnya. Dalam beberapa acara Maiyahan, Emha Ainun Nadjid yang sekarang sering disebut Cak Nun atau bahkan dipanggil Mbah Nun oleh Jamaah Maiyah yang masih muda atau generasi millennial kelahiran 2000an keatas. Cak Nun mengungkapkan “Kalian itu masih beruntung idolanya adalah Artis, Actor, Penyanyi, Band atau Presiden, masih sangat mungkin dan mudah untuk menemuai, saya ini hanya punya satu tokoh idola, itu pun sangat sulit untuk bisa menemuinya, yaitu Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W.” Menurut saya itu salah satu yang menjadi landasan kuat, kenapa Album kaset tersebut diberi nama Kado Muhammad, sebagai ungkapan rasa rindu, cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W. Menurut Gus Sabrang “karena bukan cinta yang menyebabkan rindu, tapi rasa rindulah yang menyebabkan rasa cinta itu”.

Album Kado Muhammad release tahun 1999, satu tahun pasca kerusuhan dan reformasi Indonesia khususnya di Jakarta. lagu-lagu dalam album tersebut: Side A. Tombo Ati, Kado Muhammad, Kemana Anak-anak itu, Jalan Sunyi. Side B. Parados, Rayap, Besi dan Gelombang, Engkau Menjelang, Tak Sudah-sudah. Setelah carut-marut reformasi 1998, lewat album tersebut Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nampaknya ingin mencoba mengobati sakit hati nasional, kekecewaan nasional dan sebagainya lewat lagu-lagu yang ada di dalam album tersebut. Sudah pasti untuk bisa mengobatinya Cak Nun akan mengandalkan Allah dengan meminta bantuan Kekasih Allah Muhammad S.A.W. Maka di dalam album tersebut adala lagu berjudul Kado Muhammad, berikut sebagian liriknya

Muhammad pengasuhku

yang mengajarkan hidup yang halal dan toyib

terimalah nyanyian syukur dan hutang budiku.

Di dalam album tersebut juga ada lagu berjudul Jalan Sunyi. Berikut sebagian liriknya

Akhirnya…

Kutempuh jalan yang sunyi

Mendendangkan lagu bisu

Sendiri di lubuk hati

Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata

Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Kalau boleh mentadabbui atau memaknai liriknya, Cak Nun ingin mengaduh, curhat, lapor kepada Allah dan meminta tolong kepada Allah atas yang terjadi dalam Reformasi Indonesia. Setelah itu menembuh Jalan Sunyi atau mundur dari kancah Nasioanal untuk turun ke pelosok-pelosok, pinggiran-pinggiran dan gang-gang sempit, untuk terus membesarkan hati Rakyat Indonesia, sampai saat dan akan terus.

Kalau dulu Muhammad Ainun Nadjib menghadiahkan Album Kado Muhammad Kepada Junjungannya Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W, izinkan kami juga menghadiahkan Album Kado Muhammad kepada pembuat, pemilih album tersebut yaitu Muhammad Ainun Nadjib, sebagai Kado Ulang Tahun Beliau, sedikit demi sedikit mentadabburi isi album tersebut kemudian mengamalkannya dikehidupan sehari-hari.(GAB)