Sugeng Ambal Warsa Ke 65

Nyuwun Tambah Pangestu Kagem Anak Putu. 

Assalamualaikum wr wb. 

Meski kami semua tak pernah bisa merumuskan dengan jelas siapakah panjenengan yang sebenarnya ..

Guru, Dai, Mubaligh, Budayawan, Essai, Begawan, Sesepuh, atau apapun.. 

Sebab rangkaian kata-kata, dan kalimat yang kami susun tak kan pernah dapat mewakili dan menggambarkan keadaan jenengan yang sebenarnya.. 

Meski sudah sekian kali kami coba, namun tak pernah berhasil kami melakukannya… 

Cakupan ilmumu terlalu luas sehingga kami tak mungkin menyebutmu sebagai seorang yang ahli hanya dalam bidang tertentu

Kedalaman ilmu yang kau miliki terlalu susah bagi kami mengerti sampai ke dasarnya,Sehingga tak mungkin bagi kami untuk menyebutmu sekedar  profesor dalam bidang tertentu pula.. 

Keluasan Cakrawala pandang dan ilmumu tak pernah bisa kami tembus dan endus ujung batasnya sehingga rasanya tak cukup bagi kami menyebutmu dengan sekedar ilmuwan dalam satu bidang.. 

Selalu terbayang.. Dan terus dapat kami rasakan… 

Kecerdikan dan kelantifan akal dan fikirmu dalam merespons berbagai peliknya persoalan, dengan sedemikian mudah kau uraikan sehingga kami bisa paham dan mampu mengurai kusut dan melepaskan simpul setiap hal dan persoalan.. 

Cakupan wilayah kemanusiaan yang engkau geluti seluas wilayah permasalahan manusia itu sendiri di muka bumi ini.

Namun atas semua yang ada padamu itu.. 

Tak pernah sekalipun kau merasa berada di tempat yang tinggi, ataupun sedikitpun merasa enggan untuk selalu menemani hari-hari kami… 

Yang selalu haus akan pengetahuan, yang tak pernah merasa kenyang dengan nur-hikmah yang selalu kau tebarkan agar kami bisa berjalan, bahkan dengan merangkak berusaha meniti jalan kesejatian 

Tak Hanya kami anak cucumu.. 

Bahkan semua manusia kau layani tanpa pandang bulu, siapapun itu, dan apapun yang menjadi kemauan mereka saat datang kepadamu

Kau terus sambangi dan besarkan hati kami kala dicekam dan dibekap keputusan asaan akan ketidakmenentuan masa depan.. 

Dan dengan begitu  sabarnya… 

Kau ajari kami membaca, dengan dari mulai mengeja huruf-huruf dari setiap hamparan ayat-ayat kehidupan 

Kau ajari kami bagaimana merangkai kata, kalimat dengan benar untuk tidak pernah salah dalam memaknai setiap tanda yang Gusti kirimkan.. 

Sehingga kami memiliki kesadaran sikap, atas kedudukan, fungsi dan untuk apa dan harus bagaimana  kami semua diciptakan sebagai manusia di muka bumi ini.. 

Entah… 

Sudah berapa banyak kucuran dan gerojokan ilmu yang tak pernah bosan selalu kau berikan… yang tak pernah bisa kami balas sampai kapanpun semua kebaikan itu.. Meski kami tahu bahwa sedikitpun kau juga tak pernah minta balasan… 

Engkau selalu gugah kesadaran kami… 

Engkau selalu besarkan hati kami

Engkau selalu temani hari-hari kami

Engkau selalu berikan pengertian kepada kami

Engkau selalu hembuskan rasa optimis pada jiwa kami.. 

Engkau selalu pantik dan lecutkan api semangat untuk kehidupan kami.. 

Engkau teguhkan hati kami.. 

Engkau selalu luruskan kekeliruan pandangan2 kami.. 

Engkau pahamkan hal-hal yang harus kami pahami dalam kehidupan 

Engkau terus sadarkan kemuliaan kedudukan kami sebagai manusia hingga kami punya rasa malu untuk berbuat hal aniaya dan sia-sia

Engkau ajak dan temani kami berwisata ke luasnya cakrawala ilmu

Engkau ajak kami menyelami kedalaman samudra hikmah yang tersembunyi dengan cara yang mudah kami pahami dan mengerti 

Agar kelak kami bisa mnjadi manusia utuh yang sempurna, hamba yang tegak dalam tauhid, yang tak terperdaya dengan segala amuk godaan palsu keduniaan dan hanya meniti pada satu jalan yakni jalan Kanjeng Nabi Sang Utusan.. 

Ajakanmu untuk hanya memandang Allah dan Rasul-Nya saja dalam kehidupan ini… 

Selalu terngiang di setiap hamparan waktu yang kami punya.. 

Lantunan shalawat Cinta Nabi itu selalu mengusik dan menggetarkan jiwa-jiwa kami, tak tenang jika kami belum bisa pastikan mendapatkan balasan cinta beliau Baginda.. 

Dan atas semesta kebaikan, ilmu, pendampingan, pengayoman, perhatian, kepedulian, pertolongan, dan yang tak pernah bisa kami sebutkan satu persatu… 

Tak sekalipun engkau pernah meminta balasan apapun juga.. Bahkan engkau tidak pernah merasa  berjasa, bahkan juga engkau takut jika saja  bisa engkau  menjadi penghalang bagi siapapun dengan Tuhan dan Rasul-Nya. 

Sungguh.. 

Kerendahan hati yang tak pernah kami dapatkan dari siapapun… 

Ngaturaken… 

Sugeng Ambal Warsa, 

Panjang Yuswo.. 

Pinaringan Yuswo Panjang Ingkang Berkah, Kesehatan ingkang Melimpah, 

Salam taklim, 

Lan Yuwun tambahing pangestu kagem sedaya putra wayah… Mugi tansah emut sedaya pepeling lan piwucal ingkang sampun kawedar.. 

 

Magetan, 27-Mei-2018.

(Azzams) Waro Kaprawiran